Home Anak Anak Tips Mendidik Anak Dengan Baik dan Pentingnya Peran Orang Tua

Tips Mendidik Anak Dengan Baik dan Pentingnya Peran Orang Tua

by David

Salah satu kesalahan di saat kita sudah menjadi orang tua adalah tidak seimbangnya peran orang tua dalam mendidik anak yang baik dan benar. Pastinya banyak orang tua yang menyadari hal tersebut, memang peran ibu yang jauh lebih dominan dibandingkan dengan ayah dalam mendidik anak.

Berdasarkan data survei yang pernah dilakukan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di tahun 2015 lalu, kualitas ayah dalam pengasuhan anak hanya berada di kisaran 3,8 dari 5. Ketimpangan angka tersebut memang masih sangat jauh berbeda.

Adanya data tersebut, sebagai orang tua seharusnya lebih aware supaya dapat menyeimbangkan peran keduanya ketika belajar mendidik anak yang baik dan benar. Hal ini memang harus dilakukan,  karena  ibu merupakan pendidik terbaik atau madrasah pertama anak, sedangkan ayah adalah role model untuk anak-anaknya.

Tips Cara Mendidik yang Baik dan Benar

Di dalam dunia parenting, mendidik anak memang harus dimulai dari seluruh faktor usia. Baik itu usia balita, remaja, sampai dewasa. Namun, pembahasan kali ini akan lebih terbatas pada usia balita. Berikut ini adalah tips mendidik anak yang baik agar Anda bisa memanfaatkan dengan baik momen golden age pada anak.

  1. Berikan Arahan dengan Kasih Sayang dan Cinta

Anda tidak harus menuntut anak agar sesuai dengan keinginan. Cukup hanya dengan memberikan arahan bila memang terkesan menyimpang. Arahkan dengan menggunakan bahasa yang sopan, kata – kata yang lembut, dan jangan menggunakan kekerasan.

Berikan cinta dan kasih sayang sepenuhnya karena memang golden age merupakan usia yang akan menjadi parameter sederhana untuk menilai kenormalan status kesehatan anak nantinya. Secara psikologis dengan kamu memberikan cinta dan kasih sayang penuh. Hal ini nantinya membantu supaya tidak menyimpan kenangan luka di masa kecilnya.

  1. Hindari Bersikap Buruk di Depan Anak
Read:   Bingung Mengatasi Anak Saat Tantrum? Begini Cara Mengatasinya!

Anak dapat meniru apa saja yang orang tua maupun orang lain lakukan di depannya. Ada yang dampaknya akan ditiru saat itu juga, ada yang terekam kuat di dalam memori ingatannya untuk ditiru kemudian hari. Jika sikap buruk yang Anda perlihatkan, anak akan meniru sikap buruk tersebut. Sebaliknya, jika sikap baik yang Anda perlihatkan, anak akan meniru sikap baik itu nantinya.

  1. Menjadi Pendengar yang Baik

Cara mendidik anak yang baik dan benar selanjutnya adalah bila anak sudah dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, ocehan-ocehan anak jangan Anda abaikan begitu saja. Dengarkan dengan baik apa yang anak ucapkan, cerna dan berikan respon yang baik. Bila memang ocehannya baik, Anda dapat memberikan pujian, apresiasi, maupun ciuman pada anak.

Sebaliknya, bila yang diocehkan kurang baik, Anda harus bisa memberikan penjelasan dengan baik juga. Hindari memakai kata-kata kasar dan juga kekerasan secara fisik. Dengan demikian, rasa percaya diri anak dapat meningkat, karena memang merasa dihargai dan tidak adanya intimidasi.

  1. Memberi Kenyamanan

Tanamkan bahwa, “orang tua merupakan tempat paling nyaman yang pertama untuk anak”. Anda harus menjadi orang tua yang dapat memahami apa anak inginkan. Misalnya, ketika masih di dalam masa kanak-kanak, berarti Anda harus menjadi teman bermain yang paling nyaman untuk anak.

Hal ini akan berbeda lagi di saat nantinya anak sudah menginjak usia remaja,  bukan lagi menjadi teman bermain lagi. Tetapi, intensitasnya sudah akan berubah menjadi teman curhat yang paling ternyaman, dan lain sebagainya. Cara mendidik anak tanpa kekerasan ini, nantinya akan membuat anak akan terbuka atas setiap permasalahan yang akan dihadapi.

  1. Luangkan Waktu Untuk Belajar dan Bermain Bersama
Read:   Bingung Mengatasi Anak Saat Tantrum? Begini Cara Mengatasinya!

Golden age ini memang usia anak bermain, cara mendidik anak yang baik pada usia ini adalah dengan menemaninya bermain tanpa memberikan aturan yang terikat. Biarkan anak melakukan eksplorasi dan berkreativitas dengan sesukanya. Selain itu, Anda juga  harus memberikan pengajaran kepada anak, bagaimana dapat mengenal dunia luar, lingkungan yang ada di sekitar, cara adaptasi, sampai bersosialisasi dengan sesama. Serta, pengajaran bagaimana anak agar bisa menghargai dan menghormati sesama Karena itulah kunci kepribadian baik yang akan anak bawa sampai dewasa nanti. Jadi, manfaatkan dengan baik golden age ini untuk bisa mendidik anak sebaik mungkin. Menurut, Sutaryati (2006), jika pada usia tersebut anak tidak mendapatkan rangsangan yang maksimal dari orang tuanya, maka akan memiliki potensi tumbuh kembang yang tidak optimal.

Cara Mengoptimalkan Peran Ayah dalam Mendidik Anak

Ayah memang tidak memiliki peran yang terlalu dominan dalam mendidik anak yang baik secara Islam dibandingkan dengan peran ibu. Hal ini disebabkan karena ayah memang sibuk bekerja, sering banyak aktivitas di luar rumah, dan kurangnya pengetahuan terkait dengan dunia parenting. Hal inilah yang membuat kuantitas sekaligus kualitas dalam mendidik anak menjadi berkurang.

Berdasarkan permasalahan di atas berarti harus lebih pandai untuk mencari peluang supaya jalinan ikatan dengan anak juga bisa berjalan lancar. Beberapa hal yang dapat Anda optimalkan agar dapat memberikan pengasuhan terbaik untuk anak-anak menurut adalah :

  1. Ayah Menjadi Pelindung

Dari jiwa maskulinnya seorang ayah, mengharuskan anak-anaknya untuk tidak mudah bergantung pada orang lain termasuk itu orang tuanya sendiri agar bisa memperoleh bantuan maupun perlindungan. Karena nantinya Anda akan mengajarkan kepada anak bahwa, “orang tua tidak akan selalu bersama, terutama untuk orang lain”. Sehingga, nantinya anak akan terbiasa dengan self protection.

  1. Ayah Menjadi Teman Bermain
Read:   Bingung Mengatasi Anak Saat Tantrum? Begini Cara Mengatasinya!

Pada saat ayah menemani anak bermain, hal tersebut dapat meningkatkan kualitas mental anak. Hal ini juga akan didukung oleh hasil sebuah riset, bahwasanya psikologis pada anak dapat bermasalah sekitar 63% bila intensitas perhatian dari ayah ke anak akan berkurang. Misalnya, anak akan mempunyai sifat mudah labil, depresi, gelisah, dan juga fobia.

Apabila sejak kecil Anda sudah membiasakan diri untuk menemani anak bermain, hal ini akan memiliki dampak yang positif di kemudian hari. Psikologis anak akan jauh lebih membaik, begitupun dengan konektivitas Anda dengan anak akan bisa terbangun lebih optimal lagi.

  1. Ayah Menjadi Pendidik

Ayah akan menjadi contoh bagaimana ke depannya anak dapat membentuk dan mewujudkan cita-citanya. Hal tersebut karena memang biasanya ayah akan lebih memiliki visi jangka panjang dibandingkan dengan ibu. Cara mendidik anak yang baik dan bisa Anda optimalkan adalah dengan sering mengajaknya berbicara, mempersilakan anak untuk menyampaikan pendapatnya, ketahui keinginan anak, sekaligus membersamai anak untuk memenuhi rasa ingin tahunya yang tinggi, dan tidak kalah penting adalah membentuk pola pikir yang akan terus bertumbuh.

Melatih anak supaya mempunyai growth mindset, maka permasalahan sebesar 56% daya tangkap pada anak di bawah rata-rata dapat Anda minimalkan. Anak memang sudah terbiasa untuk menyerap berbagai informasi sejak kecil dan menyaringnya dengan sebaik mungkin. Sehingga, dampak positif dari pembiasaan tersebut, anak akan mempunyai daya tangkap di atas rata-rata.

Related Articles

Leave a Comment