Home Edukasi & Pembelajaran Jenis – Jenis Materi Parenting Anak Yang Wajib Untuk Diketahui

Jenis – Jenis Materi Parenting Anak Yang Wajib Untuk Diketahui

by David

Istilah parenting dalam dunia orang tua modern sering terlontar, ada banyak sekali gaya parenting yang memang saat ini sering dibagikan oleh para orang tua di dunia maya. Tidak sedikit yang dapat mengundang perdebatan sengit berkaitan dengan yang diperbolehkan dan juga tidak diperbolehkan untuk dilakukan. Memperdebatkan cara mengasuh anak yang benar – benar paling terbaik tidak akan pernah selesai. Sebab, masing – masing orang tua akan mempunyai pendapat dan pendiriannya sendiri.

Pengertian Parenting

Sebagai orang tua Anda pasti sudah sering mendengar istilah tentang parenting, tetapi masih belum paham dengan benar apa sebenarnya itu parenting. Secara harfiah, arti parenting itu adalah pola pengasuhan terhadap anak atau cara mengasuh anak dengan baik. Jadi dapat dikatakan, parenting style sebagai pola asuh pada anak.

Menurut APA (American Psychological Association) tujuan dari cara mengasuh anak ini adalah :

1.Memastikan dari segi kesehatan dan juga keselamatan pada anak.

  1. Mempersiapkan anak supaya dapat menjalani masa depannya agar nantinya dapat menjadi orang dewasa yang lebih produktif.
  2. Mewariskan nilai – nilai dan juga kultur budaya yang sudah ada secara turun temurun.

Agar nantinya dapat lebih mudah mencapai tujuan tersebut, setiap orang tua pasti akan memiliki cara mengasuh anak kembar dengan gayanya sendiri. Masing – masing pola tersebut nantinya bisa memberikan dampak yang  berbeda – beda dalam perkembangan dan karakter anak.

Berdasarkan penelitian yang dimuat pada jurnal Frontiers in Psychology, pengertian dari parenting itu sendiri menurut para ahli merupakan sebuah sikap dan juga perilaku orangtua terhadap anak – anak dan juga rasa emosional di mana perilaku dari orang tua dapat diekspresikan.

Jenis – Jenis Parenting yang Orang Tua Wajib Tahu

Read:   Peran Orang Tua dalam Mengasuh Anak Agar Tumbuh dan Berkembang dengan Baik, Apa Saja?

Ada Psikolog bernama Diana Baumrind pada tahun 1960 – an mengelompokkan berbagai pola parenting untuk anak ke dalam 3 jenis. Pada tahun setelahnya, penelitian juga sudah dilakukan oleh Maccoby dan Martin juga menambahkan satu jenis gaya parenting yang lainnya. Jadi totalnya setidaknya akan ada 4 jenis gaya parenting yang di terapkan, yaitu :

  1. Uninvolved Parenting

Pola asuh yang satu ini disebut dengan pola asuh membiarkan, orang tua yang akan menjalankannya hampir tidak akan memilik ekspektasi untuk anaknya. Mereka juga tidak akan terlalu responsif dan hampir tidak akan pernah melakukan komunikasi dengan anak. Walaupun orang tua nantinya masih akan selalu memenuhi kebutuhan dasar anak – anaknya, seperti memberikan tempat tinggal yang layak untuk anak, makanan yang cukup, uang untuk kebutuhan sekolah dan lain sebagainya tetapi tidak ada keterlibatan di dalam kehidupan anak tersebut.

Menggunakan pola asuh ini orang tua tidak akan memberikan arahan, nasihat, larangan dan juga berbagai anjuran atau dukungan emosional terhadap anak. Ada banyak sekali kasus yang nantinya cukup parah orang tua juga sama sekali tidak mau berurusan dengan anak dan tidak akan memenuhi kebutuhan dasarnya.

Berbeda dengan memberikan urutan imunisasi pada bayi baru lahir yang nantinya bisa berdampak pada kesehatan anak. Pola asuh ini satu ini dapat memberikan dampak anak tumbuh tidak bahagia dan memiliki rasa kepercayaan diri juga rendah diri. Secara akademisi ana juga kesulitan dalam melakukan ekspektasi dan mengikuti pembelajaran. Selain itu, anak akan memiliki perilaku yang kurang baik.

  1. Authoritative Parenting

Sama seperti orang tua yang menggunakan gaya otoriter, orang tua yang menggunakan pola asuh otoritatif juga selalu memiliki ekspektasi anaknya untuk selalu mengikuti aturan yang sudah mereka buat. Berdasarkan garis besarnya gaya parenting ini lebih demokratis. Orang tua otoritatif dapat mendengarkan berbagai pertanyaan anak dan juga responsif kepada segala hal yang nantinya akan dilakukan oleh anaknya.

Read:   Bingung Mengatasi Anak Saat Tantrum? Begini Cara Mengatasinya!

Mereka mempunyai ekspektasi besar pada anak, tetapi di saat yang bersamaan juga memberikan kehangatan, dukungan, dan berinteraksi dengan anak. Di saat anak mengalami kegagalan, mereka juga dapat memaafkan dan mempunyai sikap bijaksana, bila dibandingkan dengan orang tua otoriter yang langsung menghukum.

Dampak pola asuh otoritatif bagi anak adalah :

Menggunakan pola asuh ini memiliki dampak kemungkinan besar tumbuh menjadi sosok yang taat dengan aturan tanpa harus dipaksa. Sebab orang tua akan menjelaskan alasan di balik larangan dan juga anjuran yang ada. Gaya parenting otoritatif juga dinilai menjadi salah satu gaya yang memang paling  banyak melahirkan anak – anak yang sukses ketika dewasa.

Anak – anak lebih memiliki rasa kepercayaan diri dan merasa nyaman di saat menyampaikan sebuah pendapat di depan umum. Menggunakan cara ini dapat membuat anak tumbuh dengan bahagia dan bijaksana pada saat membuat sebuah keputusan. Hal ini terjadi karena anak memang sudah terbiasa dalam menimbang sebuah risiko.

  1. Authoritarian Parenting

Jenis pola asuh ini lebih mengombinasikan tingginya kontrol dan juga rendahnya responsif. Orang tua juga lebih memaksakan peraturan, mengharapkan kepatuhan yang taat, kurang dalam menjelaskan mengapa anak harus bisa memenuhi segala peraturan – peraturan tersebut. Pada umumnya orang tua akan mengandalkan kekuasaan seperti memberikan sebuah hukum fisik untuk dapat memenuhi kebutuhannya.

Seorang anak yang memiliki pola asuh seperti ini tidak akan kesulitan untuk mengikuti berbagai aturan yang berlaku. Namun, anak dapat tumbuh menjadi orang yang lebih agresif dan mudah untuk berkonflik dengan orang lain. Anak juga akan kehilangan rasa harga dirinya karena opini maupun berbagai pendapat anak sering terabaikan, bahkan oleh orang-orang yang paling dekat, yaitu keluarganya sendiri.

Read:   Pentingnya Mengasuh Anak dari Kecil dan Tipsnya

Adanya berbagai aturan ketat tersebut anak yang dibesarkan dengan cara mengasuh anak otoriter ini akan menjadi seorang pembohong. Mereka juga terbiasa akan memberikan kebohongan untuk dapat menghindari sebuah hukuman yang keras dari orangtuanya.

  1. Permissive Parenting

Orang tua menjalankan pola asuh permisif akan mempunyai ciri kurang dalam memiliki ekspektasi tertentu pada anak, jarang dalam mendisiplinkan anak, responsif dengan berbagai hal – hal yang dialami anak, sifat non-tradisional dan memiliki banyak kelonggaran untuk anak, cenderung lebih menghindari konfrontasi, komunikatif dan jauh lebih banyak dalam memosisikan diri sebagai teman untuk anak.

Anak – anak yang tumbuh dengan memakai pola asuh yang permisif akan jauh lebih dapat mempunyai risiko dalam mengalami kesulitan baik itu ketika berada di sekolah maupun akademis. Mereka juga bisa menunjukkan berbagai sikap yang dapat dianggap masih kurang sopan atau tidak menghargai karena memang tidak terbiasa dengan berbagai aturan yang sudah berlaku. Pola asuh ini memang akan cenderung menghasilkan anak – anak yang memiliki kepercayaan diri yang rendah dan juga sering bersedih.

Sisi negatif dari pola asuh ini adalah mempunyai risiko yang sangat tinggi untuk mengalami berbagai permasalahan kesehatan, misalnya obesitas. Sebab, orang tua tidak akan memiliki berbagai aturan pola makan anak sejak di usia dini dan juga membiarkan anak untuk memakan setiap makanan yang paling disukai oleh anak sehingga akan mudah mengalami kegemukan.

Related Articles

Leave a Comment