Home Anak Anak Bingung Mengatasi Anak Saat Tantrum? Begini Cara Mengatasinya!

Bingung Mengatasi Anak Saat Tantrum? Begini Cara Mengatasinya!

by David

Tantrum menjadi salah satu masalah yang paling sering dijumpai pada anak-anak. Tidak jarang sebagian orang tua pun merasa kesulitan dalam menghadapi anak yang sedang tantrum, apalagi saat di depan umum. Lalu, apa sebenarnya penyebab tantrum pada anak? Berikut penjelasan seputar tantrum, mulai dari pengertian, cara menghadapinya, dan cara mengasuh anak yang baik.

Apa Itu Tantrum?

Sebelum masuk ke pembahasan yang lebih dalam, ada baiknya Anda juga mengetahui pengertiannya terlebih dahulu. Tantrum adalah ledakan emosi yang ditandai dengan sikap anak yang keras kepala, menangis kencang, menjerit, berteriak, membangkang, hingga marah.

Sebenarnya trantrum termasuk hal yang normal terjadi pada anak-anak berusia 1 – 3 tahun. Tantrum juga bagian dari pengungkapan ekspresi sang anak yang berusaha menunjukkan emosinya, tetapi masih sulit untuk tersampaikan. Sebab, balita hingga anak-anak masih belum bisa mengatakan apa yang diinginkan, butuhkan, dan rasakan.

Apa Saja Penyebab Anak Tantrum?

Agar mengatasi anak tantrum dengan lebih mudah. Anda harus mengenali penyebabnya terlebih dahulu. Dengan begitu, tidak akan merasa kerepotan saat si kecil mulai merengek. Berikut penjelasannya.

  1. Kelelahan

Salah satu penyebab tantrum adalah sang anak merasa lelah dengan kegiatannya. Sebagai contoh, saat anak beraktivitas dengan bermain bersama teman-temannya. Ketika merasa lelah, maka tantrum bisa timbul karena hal tersebut.

  1. Anak Merasa Bosan

Faktor kedua yang sering membuatnya rewel adalah merasa bosan, apalagi saat tidak ada hiburan saat di rumah. Tentunya, sebagai orang tua bisa menyisihkan beberapa waktu untuk mengajaknya bermain agar mengurangi rasa bosannya. Misalnya, mengajaknya beraktivitas yang disukai sang anak.

  1. Anak Merasa Lapar

Tantrum terjadi karena anak-anak masih tidak mengerti cara mengungkapnya perasaan yang sedang dialaminya. Penyebab tantrum yang seringkali tidak diketahui orang tua, yakni sang anak merasa lapar.

Read:   Alasan Utama Pentingnya Mengasuh Anak dari Kecil

Bukan anak-anak saja, bahkan orang dewasa yang merasa lapar juga bisa berubah menjadi sensitif, kan? Hal ini bisa terjadi pada anak-anak dan bisa lebih parah. Maka dari itu, perlu menyadari pola makan sang anak agar mencegahnya tantrum saat lapar.

  1. Anak Merasa Kurang Didengar atau Diperhatikan

Anak kecil membutuhkan perhatian dan kasih sayang yang besar. Hal ini sangatlah wajar, tetapi masih kurang disadari oleh orang tuanya. Anak yang kurang diberikan kasih sayang maupun didengar orang tua, bisa membuatnya tantrum.

Anak yang sulit mengungkapkan emosinya akan berujung menangis untuk mencari perhatian kedua orang tuanya, bahkan bisa semakin keras jika orang tua justru memarahinya hingga memukulnya agar tenang. Hindari perlakuan yang membuatnya semakin merengek. Sebaiknya, langsung tanyakan saja apa yang ia rasa sambil menenangkan emosinya.

Mengenali penyebab tantrum sudah menjadi pekerjaan rumah bagi orang tua. Tentunya, penyebab dan faktor dari timbulnya tantrum pada anak-anak bisa berbeda. Begitu pula dengan cara mengatasinya. Paling tidak, Anda mengetahui penyebab umum yang sering terjadi agar lebih mudah meredam emosi sang anak.

Cara Mengatasi Tantrum Pada Anak Kecil?

Seperti yang sudah disampaikan, tantrum adalah hal yang wajar dan normal tejadi pada anak-anak. Hanya saja, tidak mengenal waktu dan situasi. Alhasil, membuat orang tua merasa kewalahan dan setres untuk menghadapi sang buah hati. Setelah mengetahui faktor penyebabnya secara umum. Selanjutnya, mengetahui cara mengatasi anak tantrum berikut ini.

  1. Tetap Tenang Saat Anak Mulai Tantrum

Anak kecil belum sepenuhnya bisa menyampaikan emosi yang dirasakannya secara sempurna. Akan tetapi, bukan berarti tantrum bisa dibiarkan begitu saja. Kebiasaan buruk ini dapat mempengaruhi perkembangannya saat beranjak dewasa.

Read:   Tips Mendidik Anak Dengan Baik dan Pentingnya Peran Orang Tua

Langkah pertama yang bisa dilakukan saat anak mulai tantrum, yakni tidak membalas berteriak ataupun memaksakan anak menghentikan amarahnya. Artinya, Anda harus bersikap tetap tenang agar lebih mudah diatasi dengan baik.

Jika anak tantrum di depan umum, Anda bisa mengajaknya ke tempat yang lebih tenang untuk menenangkan emosinya. Perlahan-lahan bicaralah dengannya agar emosinya lebih meredam dan lebih tenang.

  1. Mengetahui Penyebab Tantrum

Sering kali orang tua merasa kewalahan saat anak sedang tantrum. Hal ini bisa disebabkan kurangnya pengetahuan orang tua dalam mengetahui penyebab tantrum. Pada umumnya, ada banyak penyebab terjadinya tantrum pada anak, yakni anak merasa keinginannya tidak terpenuhi, merasa lapar, mengantuk, dan sebagainya.

Tentunya, sebagai orang tua bisa menanyakan secara langsung apa yang sedang dirasakan sang anak. Apabila belum bisa berbicara, cobalah untuk menanyakan dengan lembut ‘apakah kamu lapar?’ atau ‘apakah kamu merasa ngantuk?’ Secara tidak langsung, anak akan mengangguk sebagai respon dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Jika penyebabnya sudah diketahui, Anda akan lebih mudah mengatasi anak saat sedang tantrum.

  1. Mengalihkan Perhatian Anak

Balita sangat mudah melupakan sesuatu saat tertarik dengan hal baru yang lebih menarik. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk mengalihkan perhatian anak saat sedang tantrum. Sebagai contoh, Anda memberikan mainan atau makanan kesukaannya saat sedang menangis, berteriak, dan rewel.

Namun, jangan terlalu sering menuruti kemauan sang anak karena dapat berdampak buruk pada perilakunya. Anda bisa memberikannya sesekali yang diselingi perhatian kasih sayang untuknya. Kasihlah perhatian padanya, sehingga membantu sang anak lebih mengerti.

  1. Jangan Langsung Menuruti Keinginan Anak

Seperti yang sudah disampaikan, cara menghadapi anak tantrum sebaiknya jangan terlalu sering memanjakan anak dengan menuruti semua keinginannya. Sebab, akan membuatnya menjadi lebih manja dan sering kali emosinya bisa semakin meledak saat keinginannya tidak terpenuhi.

Read:   Pentingnya Mengasuh Anak dari Kecil dan Tipsnya

Sebagai contoh, anak menangis karena ingin mainan atau boneka baru. Anda bisa mencoba menenangkan anak dengan cara mengobrol sambil memberikannya perhatian kasih sayang, tetapi tidak untuk menuruti keinginannya. Berilah pengertian kepada sang anak atau alihkan perhatiannya dengan cara lain.

  1. Berikan Perhatian dan Jangan Memukulnya

Penyebab anak tantrum memang sangat beragam. Sering kali anak juga menangis saat orang tuanya hendak pergi bekerja. Jika anak mulai menangis, Anda bisa memberikan perhatian penuh dengan mengajaknya berbicara. Berikan waktu sedikit lebih lama saat hendak pergi bekerja, sehingga anak akan merasa lebih tenang.

Bila anak mulai merengek saat trantrum, hindari memukul ataupun mencubitnya agar berhenti menangis. Cara ini bisa membuatnya mengikuti perlakuan orang tua yang berujung suka memukul orang lain. Berikan saja perhatian, pelukan, dan rasa kasih sayang yang penuh untuk meredam emosinya.

Apabila, anak terlalu sering tantrum sampai menyakiti dirinya ataupun orang lain. Ada baiknya, Anda mengajaknya berkonsultasi dengan dokter anak untuk mengatasi perilakunya yang salah. Kira-kira,

Itulah penyebab dan cara mengatasinya yang bisa Anda lakukan saat anak sedang tantrum. Lakukan dengan pola asuh yang positif sambil mengajarkan anak untuk memahami kondisi di sekitarnya. Dengan begitu, sang anak lebih mudah mengatur emosinya sejak dini. Hindari meredam emosi anak dengan memukulnya karena bisa berdampak buruk bagi pertumbuhan emosinya. Bagaimana, sudah paham penyebab tantrum dan cara mengatasinya, kan? Semoga membantu, ya!

Related Articles

Leave a Comment