Home Orang Tua Alasan Utama Pentingnya Mengasuh Anak dari Kecil

Alasan Utama Pentingnya Mengasuh Anak dari Kecil

by David

Menjadi orang tua jaman dahulu memang tidak ada sekolahnya. Dalam arti, mereka hanya berperan secara otodidak, atau meniru dari orang tua mereka sebelumnya. Maka berbeda dengan menjadi orang tua jaman sekarang yang sudah bisa belajar menjadi orang tua dari berbagai akses. Ketika membuka media sosial saja, kita sudah bisa mendapatkan tips dan artikel mengenai pola asuh orang tua terhadap anak. Begitu juga saat ke toko buku, kita bisa memeroleh banyak buku tentang pendidikan, psikologi, dan belajar menjadi orang tua yang benar untuk anaknya. Jadi di jaman kini, belajar menjadi orang tua bisa dari mana saja. Bisa ‘bersekolah’ di manapun.

Lalu, seberapa Pentingnya Mengasuh Anak dari Kecil yang harus dilakukan oleh orang tua?

Pola asuh bagaimana yang bisa diterapkan untuk menciptakan anak-anak yang membanggakan orang tua dan menciptakan generasi penerus yang baik?

Apa peran ayah dan ibu masing-masing yang akan berpengaruh terhadap kehidupan anak di masa kini dan masa depannya?

Berikut mari kita bersama.

Pentingnya Mengasuh Anak dari Kecil oleh Orang Tua

Ketika seorang anak dilahirkan, tentu dirinya masih dalam keadaan polos, baik secara fisik maupun jiwa. Hingga kemudian, idealnya dari kedua orang tuanya lah yang akan mengisi dan mewarnai kehidupannya. Peran orang tua, baik ayah maupun ibu tentu sangat besar bagi perkembangan anak dalam banyak hal. Dari orang tua, anak akan belajar tentang karakter, kemandirian, kehidupan, sikap, perasaan, empati, dan hal lainnya. Begitu pentingnya peran orang tua kepada anaknya, maka orang tua perlu memiliki penerapan pola asuh yang benar.

Dari referensi yang ada, diketahui ada sejumlah jenis pola asuh yang diterapkan orang tua saat ini. Semuanya belum tentu sempurna. Ada sisi baik dan ada pula sisi kurangnya. Berikut beberapa pola asuh yang dikenal, seperti:

  1. Pola Asuh Orang Tua yang Otoriter; yakni orang tua yang banyak mendominasi kehidupan anak dalam sikap dan perilaku. Dari penerapan pola asuh ini, orang tua ingin anak wajib dan harus menuruti kehendak mereka. Ada sangsi dan hukuman yang berlaku jika anak melanggar. Dari sisi positif, bisa jadi anak akan patuh dan menghormati apa yang diinginkan orang tua dari dirinya. Namun dari sisi kurangnya, bisa jadi anak tidak punya sikap dan pemikiran sendiri, karena terlalu bergantung pada pendirian orang tua dalam urusan hidupnya;
  2. Pola Asuh Orang Tua yang Permisif; yakni orang tua sangat peduli dan perhatian yang amat besar terhadap anaknya. Tidak terlalu banyak menuntut anaknya harus pintar, harus mandiri, dan harus bertanggung jawab. Ini semua lebih orang tua yang akan beraksi. Dalam sisi positif, bisa jadi anak hidup dalam kehidupan yang tampaknya senang, santai dan tidak ada beban serta keharusan dari orang tua. Hanya kurangnya, pola asuh ini membuat anak menjadi tidak punya rasa tanggung jawab terhadap urusannya dan kurang berempati kepada orang lain. Anak yang tidak punya tuntutan untuk hidup lebih layak dan tidak terbiasa dengan kemandirian membuatnya hidup manja kepada orang tua dan orang lain;
  3. Pola Asuh Orang Tua yang Acuh atau Abai; yakni penerapan pola asuh orang tua yang lebih banyak kurang peduli terhadap urusan anaknya. Ada beberapa alasan mengapa pola asuh ini terjadi, seperti karena kedua orang tua sibuk masing-masing dengan pekerjaannya, hidup bersama nenek dan kakek yang lebih dominan mengatur urusan cucu-cucunya dibanding orang tuanya sendiri. Atau bisa jadi karena masalah perceraian, masalah konflik keluarga, atau orang tua merasa yakin bahwa anak bisa menciptakan dirinya menjadi karakter tertentu tanpa ikut campur mereka. Dalam sisi positif, ada anak yang kuat dan justru terlatih mandiri karena harus menghidupi dan terbiasa mengurus urusan dirinya sendiri. Tidak banyak bergantung dengan urusan orang tua. Hanya dalam sisi negatif, anak-anak yang tumbuh dengan pola asuh seperti ini sudah besarnya juga tidak banyak peduli dengan perawatan orang tua yang sudah jompo. Akhirnya nilai acuh dan abai jadi diteruskan kepada anak-anaknya.
Read:   Peran Orang Tua dalam Mengasuh Anak Agar Tumbuh dan Berkembang dengan Baik, Apa Saja?

Jadi pada dasarnya tidak ada pola asuh yang sempurna, semua tergantung kondisi dan bagaimana anak menyerap hal-hal yang diberikan orang tua kepada anaknya. Terpenting sebagai orang tua, tetap berusaha mengajarkan hal-hal yang positif dan baik kepada anak-anaknya. Ini sangat penting karena kehidupan dasar berawal dari dalam rumah. Bukan dari sekolahan, lingkungan sekitar, dan pergaulan anak.

5 Hal Pentingnya Mengasuh Anak dari Kecil dari Orang Tua

  1. Peran Orang Tua kepada Anaknya saat masih Bayi hingga Balita; Idealnya ayah dan ibu memiliki peran yang besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Dari mereka bayi, balita, batita, anak, remaja hingga anak dewasa, ada pengaruh peran orang tua di Pengasuhan anak dari orang tua tentunya harus melihat usia anak dan daya serap mereka.

Jika masih bayi hingga balita, berarti orang tua baru saling mengenal, merawat mereka, hingga kemudian belajar hal-hal sederhana. Ini adalah masa emas buat pertumbuhan anak. Seperti bermain ciluk ba, bernyanyi, bercanda ringan, memberi makan, memeluk dan melindungi hingga anak merasa aman. Saat masih balita, sekitar usia 2 tahunan, orang tua bisa mengajak mereka bersekolah sambil bermain dengan tujuan mengenal teman dan bersosialisasi dengan orang lain. Sering mengajak anak ke rumah nenek-kakeknya, dan mengenalkan lingkungan alam, serta lingkungan sekitarnya;

  1. Peran Orang Tua kepada Anaknya yang Remaja; Ketika remaja, yakni sekitar usia 12 hingga 17 tahun, anak tumbuh dalam segala rasa. Mereka sudah bisa merasakan artinya sayang, cemburu, patah hati, kecewa, peduli, empati, dan sebagainya. Di sini peran orang tua sangat besar. Ini mengingat anak remaja sudah bisa menyerap banyak hal yang bukan saja dari rumah, namun juga dari teman-temannya, pergaulannya, dan lingkungan luar lainnya. Jadi di sini ada baiknya orang tua mendominasi pola pikir mereka dalam sisi positif. Mengajarkan anak-anak mereka yang remaja tentang kepedulian, kemandirian, nilai-nilai agama dan moral, mencintai tanah air, bahaya obat-obatan terlarang dan menghindari mabuk minuman beralkohol, serta menyayangi diri sendiri. Bukan saja pengajaran dengan nasehat, melainkan orang tua harus memberi contoh dengan sikap hingga mereka bisa meniru hal-hal tersebut. Dengan begitu, orang tua tidak harus cemas jika anak remaja mereka berada di luar rumah dan bergaul dengan banyak orang. Ini karena mereka sudah mendapat bekal akhlak yang benar dari orang tua di rumah;
  2. Peran Orang Tua kepada Anaknya yang Dewasa; jika sudah dewasa peran orang tua biasanya berkurang dibandingkan ketika si anak masih balita hingga remaja. Namun bukan berarti peran orang tua lepas begitu saja. Masukan, doa, nasehat, dan saling bertukar pikiran antar anak dengan orang tua sangat besar berperan di Jika anak kemudian menikah dan akhirnya menjadi orang tua baru, maka peran orang tua lama bisa menjadi sosok nenek dan kakek yang menyenangkan buat anak, mantu, apalagi cucu-cucunya;
  3. Peran Ayah untuk Anaknya; ayah adalah sosok laki-laki. Sebagai laki-laki, secara umum sosok ayah akan mengajarkan tentang kekuatan, semangat, kerja keras, mandiri, optimis, tidak mudah menyerah, dan selalu berusaha. Anak yang dekat dengan ayahnya, baik anak itu perempuan maupun laki-laki, maka akan menghasilkan generasi tahan banting terhadap kondisi apapun;
  4. Peran Ibu untuk Anaknya; sebagai perempuan, sosok ibu secara lahiriah lebih menunjukkan kelembutan, kalem, rajin, bisa mengerjakan banyak hal dalam satu waktu, mandiri, dan suka kebersihan. Sebagai perempuan, peran ibu biasanya bermain dengan perasaan daripada logikanya. Ini juga penting guna menciptakan anak-anak yang peka’ terhadap sesuatu, punya rasa kepedulian terhadap sesama, dan rasa sayang.
Read:   Jenis – Jenis Materi Parenting Anak Yang Wajib Untuk Diketahui

Penutup

Tidak ada orang tua yang sempurna. Sebagai manusia, mereka memiliki karakter positif yang diiringi dengan sisi kurang atau karakter buruknya. Hanya sebagai orang tua, anda dan kita harus menyadari betapa perannya sangat besar kepada pertumbuhan dan perkembangan anak-anaknya. Anda dan kita harus menyadari betapa Pentingnya Mengasuh Anak dari Kecil tentang berbagai hal sesuai dengan usia, daya serap dan kondisinya. Makanya jangan pernah menyerah menjadi orang tua untuk selalu mendukung anaknya kepada jalan-jalan positif dan kebaikan dalam kehidupan.

Related Articles

Leave a Comment